Budi Utomo Sebuah Pergerakan

Budi Utomo Sebuah Pergerakan

Kata Pergerakan Nasional, mengandung suatu pengertian, yaitu merupakan perjuangan yang dilakukan oleh organisasi secara modern kearah perbaikan taraf hidup bangsa Indonesia yang disebabkan karena rasa tidak puas terhadap keadaan masyarakat di bawah tekanan imeprilisme. Dengan demikian istilah ini mengandung arti yang sangat luas, bukan hanya memperbaiki derajat bangsa tetapi meliputi gerakan kesetiakawanan sosial melalui pendidikan.   Raden Soeweji ayah Soetomo, boleh berbangga hati karena ia melahirkan seorong putra yang kemudia hari menjadi pelopor pergerakan nasional Indonesia.Latar Belakang Historis Sosiologi Pendidikan

BACA JUGA ARTIKEL LAINYA ,SEMOGA BERMANFAAT SELAMAT MEMBACA :

  1. Macam-macam Penyakit Paru-paru dan Gejalanya
  2. Macam-macam Tanda Bahaya Kehamilan
  3. JENIS – JENIS LAPORAN KEUANGAN
  4. Harga Motor Harley Davidson Terbaru 2015
  5. Harga Mesin Diesel Terbaru
  6. Prinsip Kepemimpinan
  7. Ciri – Ciri Orang Terkena Penyakit Herpes
  8. Kegunaan sistem informasi manajemen
  9. TUJUAN TEORI DAN MODEL KEPERAWATAN

Pergerakan Nasional yang diawali gerakan Budi Utomo. , mendapat sprit dari para pelajar yang belajar di Negeri Belanda. Para pelajar mendirikan suatu perkumpulan pelajar yang namanya “Indische Vereniging”. Pada awalnya Perkumpulan ini tidak mempunyai tujuan politik. Tetapi pada prinsipnya adalah ingin memperhatikan kepentingan bersama penduduk Hindia Belanda yang berada di negeri Belanda. Raden Soeweji ayah Soetomo, boleh berbangga hati karena ia melahirkan seorong putra yang kemudia hari menjadi pelopor pergerakan nasional Indonesia

Istilah Nasional berarti bahwa pergerakkan-pergerakkan tersebut merupakan pergerakkan yang bercita-cita nasional yaitu cita-cita mencapai kemerdekaan bangsa. Seusai Perang Dunia I tahun 1918, jumlah pelajar dan mahasiswa dari Indonesia yang belajar ke negeri Belanda bertambah banyak . Diantara mahasiswa mahasiswa tersebut terdapat dua aliran :

  1. Aliran yang moderat yaitu aliran yang tidak menginginkan Indonesia lepas dari negeri Belanda, aliran ini dipimpin oleh Notosuroto;
  2. Aliran progressif, aliran ini berhasil merubah Indishe Vereniging pada tahun 1922 menjadi Perhimpunan Indonesia.

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya pergerakkan nasional, ada 2 faktor :

  1. Faktor Yang berasal dari luar negeri, yaitu adanya reaksi terhadap imperialisme atas bangkitnya nasionalisme Asia. Selain itu kemenangan Jepang terhadap Rusia juga merupakan bukti bahwa bangsa timur dapat mengalahkan bangsa barat.
  2. Faktor yang berasal dari dalam negeri yaitu adanya rasa tidak puas dari bangsa Indonesia terhadap penjajahan dan penindasan kolonial, misal reaksi-reaksi/ perang melawang Belanda yang dipimpin oleh Pattimura, Cuk di Tiro, P. Diponegoro, Hasanuddin dll.

Adanya gerakan-gerakan yang timbul berupa “gerakan emasnsipasi” yang menginginkan, adanya suatu pembaharuan.

Dengan terbentuknya organisasi seperti Budi Utomo, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Celebes dan sebagainya terciptalah suatu kerangka dalam mana para anggotanya dapat menjalankan peranan masing-masing terkoordinir agar organisasi berfungsi seefektif mungkin untuk membela kepentingan bersanma serta mencapai tujuannya. Disamping integrasi teleofungsional yang dapat dihasilkan, Organisasi juga menciptakan suatu arena politik di mana dapat dilaksanakan komunikasi intra dan interorganisasi untuk membentuk tujuan kolektif yang tidak berdasarkan kekuasaan otoritarian tetapi melalui musyawarah.

Dengan demikian organisasi Budi Utamo bertujuan dua hal, pertama sosialisasi-nilai-nilai politik   seperti demokrasi dan yang kedua memupuk pengalaman atau kesetiakawanan soisial yang tidak dapat dihasilkan masa-masa sebelumnya. Tambahan pula arena tersebut secara selektef dan kompetitif menyaring kepemimpinan secara otoritasnya, otoritas mana sangat produktif untuk memupuk solidaritas di satu pihak dengan mengembangkan identitas gologan di lain pihak

Sudah tentu partai politik berfungsi untuk membangun solidaritas sebagai nilai dasarnya dilaksanakan tidak hanya secara politik membentk konsensus, tetapi juga secara terampil mengelolah konflik-konflik yang muncul. Pendeknya dalam kerangka organisasi terjadi proses politisasi atau pemulaan pelakuan politik terarah ke pelembagaan politik.Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa Budi Utomo yang pada awalnya bersifat politik sepuluh tahun kemudian sudah berwajah sebagai partai politik.

Ada dua segi yang mulanya ditegakkan oleh dua pemimpin pergerakan kebangkitan nasional adalah, pertama masalah hak berserikat dan berkumpul , kedua masalah perwakilan rakyat. Dalam hal petama, artikel 111 Regeringsreglemen (peraturan pemerintah) yang masih berlaku pada masa itu tidak membenarkan bangsa kita hak berserikat dan berkumpul dalam arti politis. Itulah sebabnya antara lain mengapa serikat Islam yang didirikan pada tahun 1911 tidak terang-terangan menamakan dirinya sebuah partai, meskipun tuntutannya bersifat politik. Tetapi harus diakui bahwa berangsur-angsur tersebut ditelerir oleh pemerintah Hindia Belanda, tentu dalam batas-batas yang ketat, tergantung pada masa tertentu. Maksud untuk membentuk Dewan rakyat umpamanya memberikan kelonggaran hak tersebut apalagi mengambil hati rakyat untuk menghadapi perang Dunia Pertama.

ARTIKEL LAINYA.

  1. Cara Pembuatan proposal yang benar
  2. Proses Pembelajaran Yang Konvensional
  3. Format Surat Kelahiran

Dalam hal kedua yaitu perwakilan rakyat (Volksraad) tidak dapat memenuhi keinginan pejuang para pergerakan kebangsaan . pada tahun 1918 sesudah volksraad dibentuk suatu mosi yang terkenal dengan nama mosi Cokroaminoto menuntuk agar secepatnya disusun suatu parlement yang dipilih oleh rakyat dengan hak menentukan hukum sepenuhnya dan dibangunkan suatu pemerintahan yang bertanggungjawab kepada parlement. Cokroaminito sebagai perseden Serikat Islam memang menjadi angoota Volskraad pada saat itu dan mendapat dukungan dari berbagai anggota. Mulanya mereka berharap bahwa Vollksraad ini mencerminkan mengenai sistem perwakilan dan ketika harapan tak terkabul seperti yang diberi cap H. Agussalim, kemudian para pemimpin tidak sadar membiarkan volskraad berkembang. Mosi tersebut menuntut bahwa hak pilih sepenuhnya harus diakui pada rakyat, badan perwakilan volksraad mempunyai hak legislatif penuh dan ketiga parlemen mempunyai kekuasaan tertinggi terhadap siapa pmerintah harus bertanggungjawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s